Perbedaan Vaksin MR dan MMR: Mana yang Dibutuhkan Anak?
Memahami cakupan perlindungan antara vaksin Campak-Rubela (MR) dan Campak-Gondongan-Rubela (MMR).
Perbandingan Komponen Penyakit yang Dicegah
Vaksin MR (Measles-Rubella) mencakup 2 antigen pelindung: Campak (Measles) dan Rubela (Campak Jerman). Vaksin ini merupakan vaksin dasar yang wajib didapatkan bayi tepat pada usia 9 bulan.
Vaksin MMR (Measles-Mumps-Rubella) mencakup 3 antigen pelindung: Campak, Mumps (Gondongan/Parotitis), dan Rubela. Vaksin MMR biasanya diberikan mulai usia 15–18 bulan sebagai dosis penguat atau pilihan perlindungan yang lebih lengkap.
| Aspek | Vaksin MR | Vaksin MMR |
|---|---|---|
| Penyakit yang Dicegah | Campak & Rubela (2 penyakit) | Campak, Gondongan, & Rubela (3 penyakit) |
| Usia Pemberian | Usia 9 bulan (Dosis 1) & BIAS SD | Mulai usia 15–18 bulan & usia 5–7 tahun |
| Komponen Mumps (Gondongan) | Tidak ada | Ada (Mencegah radang kelenjar liur & testis) |
| Status Program Nasional | Wajib program puskesmas & Posyandu | Tersedia di klinik praktik dokter spesialis anak |
Rekomendasi Kombinasi Berdasarkan IDAI
Jadwal imunisasi IDAI merekomendasikan: Berikan vaksin MR terlebih dahulu saat bayi berusia 9 bulan.
Selanjutnya, saat anak berusia 15–18 bulan, orang tua dapat memilih memberikan vaksin MMR (agar anak sekaligus mendapatkan perlindungan terhadap gondongan) atau mengulang vaksin MR. Dosis ketiga diberikan saat usia 5–7 tahun.
Pertanyaan Terkait Topik Ini
Jika usia 9 bulan sudah dapat MR, apakah usia 15 bulan masih boleh dapat MMR?
Boleh sekali. Justru itu sangat dianjurkan agar anak mendapatkan antibodi pelindung tambahan terhadap penyakit gondongan (mumps).