Vaksin Hepatitis B (HB)
Hepatitis B adalah infeksi virus serius yang menyerang organ hati. Bayi yang terinfeksi Hepatitis B memiliki risiko hingga 90% menjadi pengidap kronis yang berbahaya bagi masa depan mereka.
Mengapa Vaksin Ini Sangat Penting?
- Mencegah penularan vertikal dari ibu ke bayi saat proses persalinan.
- Melindungi dari risiko sirosis hati dan kanker hati di usia dewasa.
- Memberikan antibodi protektif jangka panjang bagi tubuh anak.
Kapan dan Bagaimana Vaksin Diberikan?
Kandidat Sasaran: Semua bayi baru lahir dengan berat badan ≥ 2000 gram diberikan dalam 24 jam pertama kehidupan setelah injeksi vitamin K1.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Reaksi ringan bersifat wajar dan sementara:
- Kemerahan ringan di area paha bekas suntikan
- Demam subfebris (suhu < 38°C)
- Rewel ringan selama 1–2 hari
Kapan Perlu Ditunda / Kontraindikasi
- Riwayat alergi anafilaksis berat terhadap komponen ragi atau dosis sebelumnya.
- Tunda bila bayi sedang sakit berat atau demam tinggi hingga kondisi stabil.
Pertanyaan Umum Seputar Hepatitis B
Mengapa bayi baru lahir harus langsung divaksin Hepatitis B?
Karena sistem kekebalan bayi belum matang dan risiko penularan dari lingkungan maupun ibu sangat tinggi. Pemberian < 24 jam memberikan efikasi perlindungan terbaik.
Apakah vaksin Hepatitis B membuat bayi demam tinggi?
Vaksin Hepatitis B tunggal jarang sekali menyebabkan demam tinggi. Reaksi terbanyak hanya pegal atau kemerahan ringan di lokasi paha.
Ingin Memberikan Vaksin Hepatitis B untuk Buah Hati?
Pendaftaran vaksinasi anak dapat dilakukan secara online melalui portal resmi minimal H-3 agar persiapan logistik rantai dingin vaksin dipastikan siap.