Vaksin HPV (Human Papillomavirus)
Kanker leher rahim adalah salah satu penyebab kematian kanker terbanyak pada wanita di Indonesia. Vaksin HPV memberikan pencegahan primer terbaik jika diberikan sebelum anak aktif secara seksual (mulai usia 9 tahun). Kini tersedia varian bivalen, kuadrivalen, dan nonavalen (9-valent).
Mengapa Vaksin Ini Sangat Penting?
- Efektivitas mendekati 100% mencegah infeksi HPV strain onkogenik penyebab kanker serviks.
- Respon pembentukan antibodi anak usia 9–14 tahun jauh lebih tinggi daripada saat dewasa.
- Tersedia juga melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk siswi SD kelas 5 dan 6.
Kapan dan Bagaimana Vaksin Diberikan?
Kandidat Sasaran: Anak perempuan dan laki-laki mulai usia 9 tahun hingga dewasa muda.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Reaksi ringan bersifat wajar dan sementara:
- Nyeri di lengan atas bekas suntikan
- Pusing atau pingsan sesaat karena tegang (vasovagal syncope)
- Demam ringan
Kapan Perlu Ditunda / Kontraindikasi
- Riwayat anafilaksis berat terhadap ragi atau dosis HPV sebelumnya.
Pertanyaan Umum Seputar HPV
Apakah vaksin HPV hanya untuk anak perempuan?
Tidak. Anak laki-laki juga sangat bermanfaat menerima vaksin HPV untuk mencegah kutil kelamin, kanker anus, dan memutus rantai penularan kepada pasangan di masa depan.
Kenapa harus diberikan sejak usia 9 tahun?
Karena sistem imun anak usia 9–14 tahun menghasilkan kadar antibodi tertinggi dan vaksin harus diberikan sebelum ada potensi paparan virus.
Ingin Memberikan Vaksin HPV untuk Buah Hati?
Pendaftaran vaksinasi anak dapat dilakukan secara online melalui portal resmi minimal H-3 agar persiapan logistik rantai dingin vaksin dipastikan siap.