Imunisasi Daerah Endemis / WisataTerakhir ditelaah: 2026-10-12
Vaksin Japanese Encephalitis (JE)
Penyakit yang Dicegah: Radang Otak Japanese Encephalitis (Gigitan Nyamuk Culex)
Japanese Encephalitis adalah penyakit radang otak berat yang ditularkan nyamuk. Penyakit ini memiliki angka kematian tinggi dan sering meninggalkan gejala sisa saraf permanen pada anak yang selamat.
Rentang Usia:Mulai 9 bulan (daerah endemis atau sebelum bepergian)
Skema Dosis:1 dosis primer
Mengapa Vaksin Ini Sangat Penting?
- Tingkat kematian kasus mencapai 20–30% dan separuh penyintas mengalami kelumpuhan saraf permanen.
- Sangat dianjurkan untuk anak yang tinggal di daerah endemis (misalnya Bali dan sekitarnya) atau hendak bepergian ke sana.
Kapan dan Bagaimana Vaksin Diberikan?
Kandidat Sasaran: Anak mulai usia 9 bulan ke atas.
1Dosis 1: Diberikan mulai usia 9 bulan.
2Booster: 1–2 tahun kemudian untuk kekebalan jangka panjang.
Perhatian Khusus Medis:Program nasional saat ini memprioritaskan wilayah endemis tertentu seperti Bali, namun vaksin ini tersedia di klinik untuk keluarga yang membutuhkan proteksi.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Reaksi ringan bersifat wajar dan sementara:
- Kemerahan ringan di lokasi suntikan
- Demam ringan
Reaksi langka: Reaksi alergi
Kapan Perlu Ditunda / Kontraindikasi
- Anak dengan imunodefisiensi berat atau alergi terhadap komponen vaksin.
Pertanyaan Umum Seputar Japanese Encephalitis
Apakah anak di luar Bali perlu vaksin JE?
Jika anak berencana bepergian atau berlibur ke daerah endemis lebih dari 1 bulan, atau jika dokter anak merekomendasikan, vaksinasi sangat dianjurkan.
Layanan Praktik dr. Eko Wahyudi, Sp.A
Ingin Memberikan Vaksin Japanese Encephalitis untuk Buah Hati?
Pendaftaran vaksinasi anak dapat dilakukan secara online melalui portal resmi minimal H-3 agar persiapan logistik rantai dingin vaksin dipastikan siap.