Imunisasi Tambahan DirekomendasikanTerakhir ditelaah: 2026-10-12

Vaksin Tifoid (Tipes)

Penyakit yang Dicegah: Demam Tifoid / Tipes (Infeksi Salmonella typhi)

Demam tifoid sangat endemis di Indonesia. Anak usia sekolah sering jajan di luar rumah sehingga risiko tertular tipes sangat tinggi. Vaksin polisakarida tifoid memberikan perlindungan efektif.

Rentang Usia:Mulai usia 2 tahun, diulang tiap 3 tahun
Skema Dosis:1 dosis awal

Mengapa Vaksin Ini Sangat Penting?

  • Mencegah demam berkepanjangan 1–2 minggu, nyeri perut hebat, dan risiko perforasi usus.
  • Mengurangi ketergantungan pada antibiotik kuat.
  • Penting bagi anak yang aktif di sekolah dan sering membeli makanan di luar.

Kapan dan Bagaimana Vaksin Diberikan?

Kandidat Sasaran: Anak mulai usia 24 bulan (2 tahun) ke atas.

1Dosis 1: Diberikan mulai usia 2 tahun.
2Booster: Diulang setiap 3 tahun sekali untuk mempertahankan antibodi.
Perhatian Khusus Medis:Daya lindung vaksin tifoid polisakarida bertahan sekitar 3 tahun, sehingga pengulangan tiap 3 tahun sangat dianjurkan.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Reaksi ringan bersifat wajar dan sementara:

  • Nyeri tekan di area lengan yang disuntik
  • Demam ringan sementara
Reaksi langka: Reaksi alergi berat

Kapan Perlu Ditunda / Kontraindikasi

  • Riwayat anafilaksis pada vaksin tifoid.

Pertanyaan Umum Seputar Tifoid

Kenapa vaksin tifoid baru bisa diberikan pada usia 2 tahun?

Karena vaksin polisakarida tifoid kurang merangsang pembentukan antibodi yang memadai pada bayi di bawah usia 2 tahun.

Daftar Sumber Rujukan:
  • •IDAI: Rekomendasi Imunisasi Tifoid IDAI
Layanan Praktik dr. Eko Wahyudi, Sp.A

Ingin Memberikan Vaksin Tifoid untuk Buah Hati?

Pendaftaran vaksinasi anak dapat dilakukan secara online melalui portal resmi minimal H-3 agar persiapan logistik rantai dingin vaksin dipastikan siap.